Facebook Tag Pixel

Antara Peta, Badai dan Air Laut.

Oleh: Yosie Setiadi (Associate Consultant SLC MARKETING, INC.)

 

Judul di atas bukanlah judul buku atau pun judul film. Namun sebuah ungkapan dari kisah yang sebentar lagi kita lihat bersama.

yosie - gambar 1

Pada suatu hari di sebuah kampung nelayan terlihat ada kerumunan beberapa orang yang terdiri dari Kapten Kapal , Koki Masak Kapal dan Crew Engineer. Terdengar sayup-sayup mereka memperdebatkan siapa yang paling penting di dalam kapal itu.

Kapten: “Aku adalah orang yang paling penting di dalam kapal ini. Jika tidak ada aku. Kalian tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan koki masak kapal tidak akan bisa masak dengan jelas kalau tidak saya perintahkan. Apalagi crew engineer hanya bisa duduk berdiam diri jika tidak saya perintahkan untuk bergerak.” Itulah kalimat pembuka kapten kapal ketika dia tidak tahan dirinya tersudut oleh dua orang lainnya. Tidak lama, Koki Masak Kapal menimpali tidak kalah serunya, “Kapten boleh sombong, namun jika tidak ada aku, kalian semua akan kelaparan bahkan bisa meninggal di laut karena kelaparan. Jadi akulah yang paling penting di kapal ini”. Namun pendapat tersebut rupanya dibantah oleh orang terakhir dalam perbincangan tersebut. Crew engineer berkata “Kapten memang penting untuk mengarahkan kita, koki memang penting supaya kita tidak kelaparan, namun kalau tidak ada orang yang menjalankan kapal ini, apakah mungkin? Jadi akulah yang paling penting di kapal ini, tegas crew engineering kepada dua orang tadi.

Tidak disangka perbincangan mereka bertiga didengar oleh seorang nelayan tua yang baru saja menyandarkan kapal kayunya. Dia mendekati ketiga orang tersebut. “Maaf, Bapak-bapak; saya tidak sengaja mendengar perdebatan kalian mengenai siapa yang paling penting diantara kalian bertiga. Menurut saya, tidak ada orang yang paling penting di kapal Anda. Mereka bertiga kompak protes, “Kok bisa? Kalau begitu, siapa yang paling penting?”.

Nelayan tersebut dengan tersenyum malu mengatakan “Peta, Badai dan Air Laut.”. Matahari merupakan simbol yang menunjukkan kapan waktunya pagi, siang atau pun malam. Apabila tidak ada matahari, Bapak-bapak hanya menebak-nebak ke mana arah kapal ini. Badai juga merupakan unsur yang sesekali dibutuhkan dalam hidup kita agar kita tidak sombong mengenai diri kita. Sekaligus menguji kerjasama di antara semua awak kapal. Sementara Air laut jelas yang membuat kapal kita terapung dan tidak kandas. Ketiga itulah yang membuat kapal bapak-bapak bisa bergerak kian kemari. Jadi sebelum berucap lihatlah sekelilingnya kalian. Bukan siapa yang paling penting, namun yang penting adalah bagaimana bekerjasama satu dengan yang lain tanpa adanya permusuhan.

Ketiga orang tersebut akhirnya hanya bisa terdiam. Sementara nelayan tua hanya bisa tersenyum sambil meninggalkan mereka bertiga.

Seringkali kita baik di perusahaan maupun organisasi meributkan tentang siapa yang paling penting memberikan keuntungan buat perusahaan. Orang marketing atau pun sales merasa mereka yang memberikan kontribusi secara significant kepada perusahaan. Di sisi lain, orang produksi mengatakan kalau tidak ada mereka tidak ada yang bisa dijual. Begitu pula orang HRD juga berpendapat yang sama, bahwa apabila tidak ada manusia yang cakap di perusahaan maka perusahaan tidak bisa berjalan. Tidak ada yang benar atau pun salah. tapi jangan lupakan peta, badai dan air laut.

yosie - gambar 2

 

Peta merupakan simbol dari tujuan perusahaan kita. Tidak peduli seberapa besar dan indahnya kapal kita apabila tidak ada peta, mungkin kapal kita hanyalah ada di museum. Begitu pula perusahaan, tidak peduli seberapa besar aset perusahaan dan seberapa banyak karyawan namun apabila tidak ada tujuan, perusahaan itu juga sama persis dengan museum yang bisa dilihat banyak orang tapi tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat.

yosie - gambar 3

Badai identik dengan cobaan yang harus dihadapi. Tidak ada kapal yang selama dia berlayar bebas dari badai. Sesekali dibutuhkan badai dalam perusahaan kita agar kita tidak menjadi perusahaan yang congkak. Pesaing, ekonomi yang tidak pasti maupun dinamika politik suatu negara menghendaki semua unsur dalam perusahaan untuk berinovasi dan berintegrasi seraya merapatkan barisan agar dapat keluar dari krisis.

yosie - gambar 4

Air laut merupakan semangat, etos kerja, komitmen di antara semua personil perusahaan yang menggerakkan satu dengan yang lain tanpa memandang suku, agama dan ras. Bayangkan apabila tidak ada semangat, komitmen mungkin hanya rutinitas semata setiap harinya. Seperti halnya kapal yang dipasang jangkar. Alias berhenti total.

Semoga kita semua bisa menjadi peta bagi orang lain, untuk menunjukkan arah dan tujuan kepada semua orang. Menjadi pengendali bencana dan bukan pencipta bencana. Dan menjadi air laut yang siap membawa siapa saja untuk satu tujuan perusahaan. (Bang Yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu
Share via
Copy link
Powered by Social Snap