Facebook Tag Pixel
SLC Marketing Logo 2024

Risiko Besar? Jangan Takut! 4 Langkah Meminimalisasi Risiko Perusahaan Anda!

Whitepaper ini ditulis oleh:
Adi Kurniawan Yusup, S.E., MM
Associate Consultant SLC Marketing Inc.
Founder of Connectpedia
adi.yusup@slcmarketinginc.com

Siapa yang tidak tahu dengan merek Dove?

Dove merupakan produk sabun maupun sampo yang terkenal bukan hanya dalam negeri melainkan juga luar negeri.

Tapi, tahukah Anda bahwa Dove pernah melakukan kesalahan strategis yang membuatnya mengalami masalah?

dove

Dove ingin mengampanyekan bahwa setiap wanita itu cantik tanpa melihat bentuk fisiknya.

Dalam kalimat marketingnya, Dove menggunakan kata “Fat or Fab” “Withered or Wonderful”. Kata tersebut seakan dikira mendeskreditkan orang hitam dan gemuk dan menganggap bahwa yang berkulit putih dan kurus adalah yang tercantik.

Apa yang terlintas di benak Anda saat melihat produk di atas? Bisa jadi lapar karena belum makan Tapi tahukah Anda bahwa Marugame Udon pernah menghadapi krisis reputasi?

marugame udon 2

Beberapa tahun yang lalu, ada pemberitaan yang menyatakan bahwa Marugame menggunakan bahan makanan yang melebihi batas kadaluarsanya (memperpanjang masa kadaluarsa). Berita ini diduga diperoleh dari mantan petingginya.

Hal ini tentunya akan membuat konsumen menjadi was-was dan membuat pihak Marugame melakukan klarifikasi dan pemulihan nama brand (brand recovery).

Brand Recovery merupakan upaya pemulihan nama merek di mata konsumen akibat adanya pemberitaan atau kejadian yang kurang baik yang terjadi terhadap brand tersebut.

Tentunya, dalam melakukan brand recovery, perusahaan harus menyiapkan sejumlah bujet tambahan. Hal ini merupakan bagian dari risiko bisnis perusahaan.

Risiko bisnis merupakan hal yang tidak tentu yang bisa terjadi dalam setiap perusahaan.

Contoh:

  • Adanya berita negatif terkait kegiatan operasional perusahaan
  • Kesalahan karyawan dari perusahaan sehingga pelayanan perusahaan ke konsumen menurun
  • Adanya kebakaran ataupun bencana alam

Namun, meskipun risiko tersebut tidak pasti, perusahaan dapat melakukan minimalisasi risiko apabila memiliki sistem manajemen risiko yang baik.

Bagaimana langkah-langkah perusahaan dalam melakukan manajemen risiko?

Screen Capture #112
Tujuan utama: Meminimalkan risiko

Risiko dapat diidentifikasi dari berbagai sisi antara lain:

  • PHYSICAL ENVIRONMENT: misal sungai yang bisa menyebabkan banjir
  • SOCIAL ENVIRONMENT: demonstrasi, masalah dengan penduduk lokal
  • POLITICAL ENVIRONMENT: perubahan regulasi
  • LEGAL ENVIRONMENT: adanya gugatan yang tidak sesuai peraturan
  • OPERATIONAL ENVIRONMENT: masalah kerja, mesin yang bermasalah
  • ECONOMICS ENVIRONMENT: inflasi, kurs mata uang yang melemah
Picture6

Identifikasi Risiko

Beberapa risiko terkait pemasaran juga dapat diidentifikasi dari beberapa pihak berikut:

Customer

Customer complaint

Supplier

Pengiriman yang terlambat

Competitor

Price war

Regulator

Tidak sesuai dengan peraturan pemerintah

Lalu, bagaimana perusahaan dapat mengidentifikasi risikonya? Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko tersebut.

Alur kerja perusahaan

Laporan keuangan

Data statistik perusahaan

Survei kepada manajemen

Mengukur Risiko

Mengukur risiko dapat menggunakan teknik yang bermacam-macam sesuai dengan tipe risiko tersebut bahkan ada analisis statistik yang digunakan. Namun, ada cara sederhana yang dapat digunakan oleh perusahaan yaitu menggunakan Matriks Frekuensi-Signifikansi.

Picture15
Mengukur Risiko (Frequency - Significance matrix)
Screen Capture #113
Memperlakukan Risiko (Risk Treat)

Jika kita sudah tau posisi risiko tersebut, lalu apa yang sebaiknya dilakukan?

Screen Capture #114
Mengukur Risiko dalam Marketing

Dalam kegiatan marketing yang Anda hendak lakukan, ternyata juga bisa diukur risikonya melalui beberapa marketing metrics yang ada.
Marketing Metrics yang dapat digunakan adalah:

  1. Persentase Biaya Promosi
  2. Tingkat penjualan per sales person
  3. Indeks Kepuasan Konsumen
  4. Rasio konsumen dan total Salesperson
  5. Rasio Produktivitas Volume Penjualan
Picture16 copy

Persentase Biaya Promosi
Caranya adalah biaya promosi dibagi dengan penjualan. Biaya promosi yang baik adalah 10%. Jika lebih dari itu, maka risiko Anda semakin tinggi meskipun ada peluang Anda bisa memperoleh return lebih tinggi. (High risk – high return).

Tingkat Penjualan per Sales Person
Dalam menentukan gaji pokok sales atau persentase komisi mereka, tentu jangan sampai perusahaan merugi. Oleh karena itu, perusahaan perlu melihat data historis penjualan per salesperson untuk menentukan hal tersebut.

Indeks Kepuasan Konsumen
Indeks kepuasan konsumen dapat diketahui melalui survey untuk mengetahui risiko konsumen meninggalkan produk perusahaan kita.

Rasio Konsumen per Total Sales Person
Anda harus punya patokan tiap sales dapat melayani berapa konsumen tiap bulannya. Jika kurang dari itu, perusahaan Anda sedang “dalam bahaya” karena bisa jadi gaji sales lebih dari dengan omset yang Anda terima.

Rasio Produktivitas Volume Penjualan
Rasio ini diperoleh dengan membandingkan omset penjualan dibagi dengan total sales yang ada. Perusahaan harus menargetkan productivity goal sesuai data historis. Apabila persentasenya di bawah itu, maka perusahaan harus segera mengambil aksi karena perusahaan Anda sedang dalam risiko.

Memonitor Risiko

Memonitor secara rutin risiko yang bisa terjadi harus dilakukan secara rutin tiap bulan untuk dapat menimalisasi risiko yang ada.

Terkait hal marketing, proses ini dapat dilakukan oleh Marketing Analyst.

Picture17 copy
Beberapa Tanggung Jawab Lain Marketing Analyst
  1. Berkoordinasi dengan Sales/Marketing Manager dalam mengembangkan rencana branding, kampanye iklan dan membuat anggaran.
  2. Menganalisis data penjualan, dan menentukan perkiraan penjualan untuk setiap SPV dan Sales yang ada
  3. Mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk menilai kinerja masing-masing tim yang ada di dalam divisi penjualan
  4. Melakukan persiapan partisipasi pameran dagang untuk mempromosikan brand awareness di kalangan konsumen industri, sedemikian mampu mendapat banyak calon pelanggan project yang baru
  5. Berkoordinasi dengan digital officer untuk mengembangkan tampilan packaging produk, website, merchandise, katalog, dsb
  6. Memonitor jalannya program hubungan baik dengan para pelanggan lama dan mengevaluasi survei kepuasan pelanggan
  7. Mempelajari tren pasar dan mengulik program promosi yang dilakukan pesaing

Share Via:

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn
Banner Vertical 600x840 Podcast

Artikel Lainnya:

Motivasi Tim Sales di Era Digital – Strategi Cerdas Bisnis Keluarga di Era Modern

Freelancing vs Permanent Job: Mana Lebih Menguntungkan?

Bisnis Keluarga Menggebrak Era Digital