Facebook Tag Pixel
SLC Marketing Logo 2024

RUNTUHNYA KERAJAAN NOKIA

Oleh :

Eka Putra Lismono

Business Analyst, specialized in Market Intelligence

SLC MARKETING, INC.

Menurut Anda merk handphone apakah yang terkenal saat ini? Pasti kita akan mendengar merk i-phone, Samsung, Oppo, Xiaomi dan yang lainnya. Apakah saat ini Anda masing sering mendengar merk handphone yang bernama Nokia? Apakah Anda tahu bahwa Nokia dulu dikenal sebagai Raja dari industri handphone ? Tentunya Anda yang lahir di bawah tahun 2000-an pasti tahu akan merk handphone ini. Mungkin ada beberapa dari Anda yang tidak mengetahui merk ini akan tetapi memang benar adanya bahwa dulunya Nokia ada raja di Industri Handphone.

Handphone merk Nokia ini mengalami keruntuhan pada tahun 2013 selain dari akibat gagal memahami selera pasar dan tidak mau berinovasi, di sisi lain juga karena tidak terlalu menghiraukan munculnya kompetitor-kompetitor yang baru dan juga kompetitor yang sudah ada. Kompetitor lainnya seperti Samsung, i-phone dan merk lainnya melakukan inovasi yaitu menggunakan layar sentuh dan meninggalkan handphone konvensional yang masih menggunakan tombol keypad. Ternyata produk tersebut diterima oleh masyarakat dan akhirnya masyarakat mulai meninggalkan handphone konvensional dan pindah ke handphone touch screen. Maka penting bagi suatu perusahaan untuk memperhatikan keadaan industri lalu melakukan inovasi terhadap produknya.

Untuk melakukan analisis kompetitor dan mengetahui keadaan industri dapat dilakukan menggunakan teori Porter’s Five Force Analysis. Selain itu juga dapat digunakan untuk menganalisis industri yang bersangkutan, serta untuk pengembangan strategi bisnis. Di dalam suatu persaingan kita tidak bisa hanya terpaku pada persaingan antar kompetitor yang sudah ada, tetapi kita juga harus memperhatikan ancaman   kompetitor yang baru atau yang akan muncul, lalu juga memperhatikan ancaman dari produk subtitusi, daya tawar pembeli, dan daya tawar pemasok. Berikut gambar dari Matriks Five Force Analysis.

Pada matriks di atas terdapat beberapa komponen seperti threat of new entrants, bargaining power of suppliers, threat of subtitutes, bargaining power of buyers, rivalry among existing competitors yang akan membantu dalam melakukan analisis industri. Berikut penjelasan dari setiap komponen yang terdapat pada matriks di atas :

  1. Threat of New Entrants

Adalah kemampuan pesaing baru untuk masuk ke dalam industri yang sama. Jika biaya yang dikeluarkan oleh pesaing baru untuk masuk dalam industri tersebut tergolong kecil, seperti modalnya kecil, waktu yang dibutuhkan tidak banyak, akses jalur distribusi mudah, regulasi untuk masuk ke industri mudah dan penggunaan teknologi mudah, maka pesaing baru akan dengan mudah masuk ke industri tersebut. Hal sebaliknya jika Anda memiliki penghalang yang kuat bagi pesaing baru untuk masuk maka Anda akan memperoleh keuntungan lebih.

  1. Bargaining Power of Suppliers

Adalah kemampuan pemasok untuk menentukan dan menekan perusahaan kita dari sisi harga bahan baku. Jika Anda memiliki pemasok yang tidak banyak, switching cost untuk pindah ke supplier lain sangatlah besar, lantas bahan baku yang diperoleh cukup langka, maka berarti para pemasok tersebut memiliki kekuatan untuk menekan posisi bisnis Anda.

  1. Threat of Subtitutes

Adalah kemampuan pelanggan untuk mencari produk atau jasa pengganti yang mirip dengan produk Anda. Contohnya jika Anda menyediakan jasa sewa mobil, orang-orang mungkin akan menggantinya dengan menggunakan Uber ataupun Grab. Semakin mudah ditemukannya subtitusi, maka hal tersebut akan melemahkan kekuatan bisnis Anda.

  1. Bargaining Power of Buyers

Adalah seberapa mudah pembeli untuk memaksa Anda menurunkan harga. Misalkan jika pelanggan ingin berpindah ke produk pesaing lain dan switching cost-nya kecil, maka hal tersebut akan memperlemah kekuatan Anda. Jika pelanggan Anda memiliki kekuatan tersebut maka mereka dapat mendikte Anda.

  1. Rivalry Among Existing Competitors

Yang terpenting dari semua aspek di atas sebenarnya adalah banyaknya jumlah kompetitor yang ada dan kemampuan dari kompetitor Anda dalam bersaing. Dalam situasi ini jika Anda memiliki banyak kompetitor dan mereka mampu menawarkan produk atau servis yang menarik, maka di sini kekuatan Anda akan melemah.

Berdasarkan penjelasan mengenai Five Forces Analysis di atas, maka penting bagi kita untuk memantau keadaan industri saat ini yang kita masuki dan juga kompetitor yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, maka dibutuhkan analisis untuk mengetahui keadaan dari luar seperti industri dan kompetitor yang dapat mempengaruhi keadaan perusahaan, sehingga Anda tidak mengalami keruntuhan yang dialami oleh Nokia. Jika Anda ingin melakukan analisis keadaan pasar saat ini serta mengenal kekuatan dan kelemahan kompetitor, silahkan kontak segera SLC MARKETING, INC. untuk mendapatkan layanan konsultasi lebih lanjut.

Share Via:

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn
Banner Vertical 600x840 Podcast

Artikel Lainnya:

Motivasi Tim Sales di Era Digital – Strategi Cerdas Bisnis Keluarga di Era Modern

Freelancing vs Permanent Job: Mana Lebih Menguntungkan?

Bisnis Keluarga Menggebrak Era Digital