Facebook Tag Pixel
SLC Marketing Logo 2024

Subsidi Kendaraan Listrik untuk Tekan Emisi Karbon, Tepatkah?

Saat di Korea saya sangat jarang melihat motor berkeliaran, hampir semua orang gunakan transportasi umum dan mobil. Tidak pernah saya lihat ada kemacetan di jalan.

Harga mobil dan motor sangatlah mahal di sana. Terlebih biaya bahan bakar atau biaya charging listrik. Harga sewa parkir per jam bisa ratusan ribu rupiah. Ini yang bikin orang mikir untuk punya kendaraan pribadi.

Sebaliknya, ada 300 lebih stasiun MRT di Seoul, dengan total 27 line berbeda, sedemikian orang kemana-mana sangat mudah sebab selalu dekat stasiun MRT, ditambah lagi biaya perjalanan yang murah dibanding kendaraan pribadi.

Indonesia saat ini sedang memberi insentif subsidi sangat besar bagi kepemilikan mobil dan motor listrik dengan asumsi akan lebih mengurangi emisi karbon dan semakin ramah lingkungan.

Pertanyaannya adalah, untuk nge-charge mobil atau motor listrik itu butuh apa? Listrik itu dihasilkan oleh siapa? PLN itu masih hasilkan listrik dari batubara, dan emisi karbonnya sangat besar.

Sebenarnya ini bukan solusi, sebab kebijakan subsidi ini hanya pindahkan polusi mini dari masing-masing knalpot kendaraan, menjadi polusi massal di pipa asap pembakaran batu-bara di PLN. Ujung-ujungnya sama, polusi udara.

Semoga sharing ini bermanfaat.
Keep Stupid to Sail Forward
DSW

Share Via:

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn
Banner Vertical 600x840 Podcast

Artikel Lainnya:

Motivasi Tim Sales di Era Digital – Strategi Cerdas Bisnis Keluarga di Era Modern

Freelancing vs Permanent Job: Mana Lebih Menguntungkan?

Bisnis Keluarga Menggebrak Era Digital