THE MANAGEMENT COACH

THE MANAGEMENT COACH

Oleh:

Adi Kurniawan Yusup, S.E.

Senior Business Analyst, Specialized in Marketing & Financial Metrics

SLC MARKETING, INC.

 

Kata “manajemen” tidak asing lagi terdengar di kalangan para pebisnis maupun pekerja. Dalam suatu perusahaan tentunya diperlukan manajemen. Hanya saja, struktur kerumitan manajemennya bergantung pada skala perusahaan itu sendiri. Segala bentuk manajemen melibatkan banyak masukan intelektual termasuk emotional intelligence (EI) karena di dalam manajemen tentunya diperlukan interaksi dengan banyak orang. Buku ini mengajarkan tentang bagaimana cara mengatur diri sendiri maupun orang lain yang sangat berguna bagi perusahaan ke depannya. Orang yang tidak mampu untuk mengatur dirinya sendiri tentunya akan sangat tidak mungkin untuk mampu mengatur orang lain.

Manajemen bukan hanya sebatas mengatur, melainkan pengaturan tersebut memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan profitabilitas perusahaan yang berkaitan dengan kekayaan pemiliknya dan kesejahteraan karyawannya. Oleh karena itu, penentuan sistem gaji pekerja, penentuan strategi terkait permintaan dan penawaran juga merupakan bagian dari manajemen. Dalam buku ini dikatakan bahwa manajemen di masa yang lalu didominasi oleh koersi, kompulsi dan control, sedangkan manajemen di abad ke-21 lebih didominasi oleh kerja sama, kompromi dan konsensus.

Buku ini juga memberikan beberapa worksheet dan pengarahan yang mengarahkan pembacanya untuk lebih mengerti tentang konsep manajemen. Contohnya adalah dalam mengatur diri sendiri, ada sepuluh pertanyaan yang perlu dijawab oleh masing-masing pribadi yaitu:

  1. Jawaban apa yang membuat Anda bangga ketika ditanya “Apa yang Anda lakukan untuk hidup?”
  2. Apa yang saya suka dari kegiatan keseharian saya?
  3. Apa yang saya tidak suka dari kegiatan keseharian saya?
  4. Hal apa yang menjadi “highlight” dari pekerjaan tahun ini?
  5. Hal apa yang menjadi”low point” dari pekerjaan tahun ini?
  6. Apa yang sebenarnya saya capai saat ini?
  7. Apa yang sudah saya capai akhir-akhir ini?
  8. Seberapa senang saya menjawab pertanyaan nomer 6 dan 7?
  9. Di mana saya akan dibawa melalui pekerjaan ini?
  10. Seberapa senang saya memperoleh pertanyaan nomer 9?

Setelah itu, tiap individu dituntun untuk menentukan tujuan jangka pendeknya. Penentuan tujuan jangka pendek tentunya harus memenuhi kaidah “SMART”. Kata “SMART” merupakan kepanjangan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time Bound. Bukan hanya itu, masih ada beberapa teknik penentuan tujuan lainnya antara lain: SHABBY (Subject, Headline, Action, Bonus of Benefit, Yes?) dan PRISM (Personal, Realistic, Interesting, Specific, Measurable).

 

Disadur dari: The Management Coach by Rus Slater

Menu
WhatsApp chat
Share via
Copy link
Powered by Social Snap