Facebook Tag Pixel

Who Moved My Cheese?

WHO MOVED MY CHEESE ?

Cara Jitu Menghadapi Lika-Liku Perubahan dalam Kehidupan dan Pekerjaan

Oleh:

Stefanus Yulianto Cahyono

Business Analyst, Specialized in Management Information System

SLC MARKETING, INC.

Mungkin sebagian besar dari kita pernah membaca buku ini yang tentu sangat populer di kalangan dunia usaha. Buku ini bercerita tentang dua tikus dan dua kurcaci yang memiliki keahlian masing-masing. Tikus tersebut bernama “Sniff” dan “Scurry”, dan dua kurcaci yang memiliki ukuran sebesar tikus tapi bertingkah laku seperti manusia tersebut bernama “Hem” dan “Haw”. Cheese melambangkan hal-hal yang para pembaca inginkan dalam hidup, seperti pekerjaan dan jabatan yang baik, uang, hubungan keluarga yang harmonis, kekayaan, kesehatan, ketenangan batin, dan semua itu golongkan ke dalam “Comfort Zone”. Dan “Labirin” adalah digambarkan sebagai tempat dimana para pembaca mencari apa yang diinginkan, perusahaan tempat Anda bekerja, atau keluarga, maupun lingkungan sekitar Anda.

Tokoh-tokoh tersebut mewakili bagian dari diri Anda. Si tikus Sniff (endus atau mencium) dan si Scurry (Lacak), dan si Kurcaci Hem (Kaku) dan Haw (Aman). Keempat tokoh imajiner ini dimaksudkan untuk mewakili diri kita, baik dari sisi sederhana maupun rumit tanpa ada perbedaan usia, gender, ras, dsb. Maksud dari buku ini adalah kadang kita bertindak seperti Sniff yang mampu mencium adanya perubahan dengan cepat, atau Scurry yang bergegas mengambil tindakan, atau Hem yang menolak adanya perubahan karena takut apabila itu mendatangkan hal yang buruk atau lebih buruk, atau Haw: yang mencoba beradaptasi dengan perubahan dan hal ini mendatangkan sesuatu yang lebih baik. Yang manapun diri kita, kita memiliki ciri yang sama, yaitu kebutuhan untuk menemukan jalan dalam “Labirin” dan kesuksesan menghadapi perubahan yang terjadi.

Awal cerita ini dimulai ketika ada dua tikus dan dua kurcaci tersebut memiliki kebiasaan menghabiskan dan mencari Cheese lagi di dalam Labirin yang berkelok-kelok, yang memungkinkan siapapun yang masuk bisa tersesat di dalamnya. Para tikus menggunakan metode trial and error untuk mencari Cheese, mereka mencari lorong, dan jika tidak ada keju, mereka kembali dan mencari di lorong yang lain. Sedangkan para kurcaci menggunakan metode belajar dari ilmu dan pengalaman mereka serta cara berpikir yang rumit untuk menemukan Cheese mereka.

Singkat cerita, para tikus dan kurcaci menemukan Cheese besar di lorong Cheese Station C, dan para kurcaci beranggapan Cheese itu cukup untuk seumur hidup mereka. Berbeda dengan para kurcaci, pemikiran para tikus selalu menganalisis keadaan Station C itu, dan mereka menyadari bahwa Cheese tersebut semakin berkurang, tanpa pikir panjang, para tikus kembali ke labirin dan mencari Cheese yang lain. Hingga suatu ketika, para kurcaci sadar bahwa Cheese mereka di Station C habis, si “Haw” frustasi dan selalu berteriak “Who Moved My Cheese!?” dan menolak adanya perubahan serta selalu berpikir “Ini tidak adil!” Singkat cerita, Haw memutuskan diri untuk mencari Cheese di dalam labirin, dan menemukan Cheese baru di Station N, dan berharap Hem melakukan apa yang persis sudah ia lakukan dan bergabung bersama di Station N.

Dalam buku ini, keempat tokoh tersebut menghadapi perubahan-perubahan yang tidak pasti dan tidak pernah terduga sebelumnya. Namun demikian satu diantaranya berhasil mengatasi dan menuliskan pelajaran yang diperoleh dari pengalamannya tersebut di dinding Labirin. Saat Anda membaca “Tulisan Tangan di Dinding” yang ada di dalam buku ini, Anda bisa mendapatkan kiat-kiat atau tips untuk mengatasi perubahan, tidak hanya di dalam kehidupan Anda, tetapi bagi Anda yang menjalankan sebuah perusahaan. Buku ini juga dapat menjadi sebuah buku yang memberi tips bagi perusahaan Anda ketika sedang mengalami perubahan sehingga beban hidup atau beban pikiran Anda ketika menghadapi sebuah perubahan dapat menjadi lebih ringan.

Berikut adalah quotes yang ditulis Haw di Dinding Labirin selama melakukan perjalanan sebelum tiba di Station N dan menemukan Cheese di sana:

“Memiliki Cheese Membuatmu Bahagia.”

“Semakin Penting Arti Cheese bagi Anda, Semakin Anda Ingin Mempertahankannya.”

“Kalau Anda Tidak Berubah, Anda Punah.”

“Apa yang Akan Anda Lakukan Jika Anda Takut?”

“Ciumlah Cheese Sesering Mungkin Sehingga Anda Tahu Saat Ia Mulai Membusuk”

“Bergerak ke Arah Baru Membantu Anda Menemukan Cheese Baru.”

“Saat Anda Melepaskan Diri dari Rasa Takut, Anda Akan Merasa Senang!”

“Membayangkan Diri Sedang Menikmati Cheese Baru, Mengarahkan Diri Kita ke Sana.”

“Semakin Cepat Anda Mengikhlaskan Cheese Lama, Semakin Cepat Anda Menemukan Cheese Baru.”

“Lebih Aman Mencari di Dalam Labirin daripada Bertahan dalam Keadaan Tanpa Cheese.”

“Keyakinan Lama Takkan Membawa Anda pada Cheese Baru.”

“Ketika Anda Tahu Bahwa Anda Bisa Menemukan dan Menikmati Cheese Baru, Haluan Anda Akan Berubah.”

“Memperhatikan Perubahan-Perubahan Kecil Sejak Awal Membantu Anda Beradaptasi dengan Perubahan-Perubahan Besar yang Akan Muncul.”

Tulisan itulah yang ditulis Haw selama ia dalam perjalanan untuk menemukan Cheese di Station C, hingga melakukan perjalanan mencari Cheese dan Menemukan Cheese di Station N. Dan setelah di Station N, ia kembali menuliskan ringkasan apa yang ia sudah pelajari di Dinding yang paling besar di Station N. Ia tersenyum ketika ia melihat apa yang telah ia dapatkan:

“Perubahan Selalu Terjadi, Mereka Akan Terus Memindahkan Cheese.”

“Antisipasi Perubahan, Bersiaplah Jika Cheese Itu Dipindahkan.”

“Perhatikan Perubahan, Enduslah Cheese Sesering Mungkin Sehingga Anda Tahu Kapan Mulai Membusuk.”

“Cepat Menyesuaikan Diri, Semakin Cepat Anda Melupakan Cheese Lama, Semakin Cepat Anda Menikmati Cheese Baru.”

“Berubah, Bergerak Bersama Cheese.”

“Nikmati Perubahan! Nikmatilah Petualangannya dan Nikmati Rasa Cheese Baru.”

“Bersiap Untuk Segera Berubah dan Nikmatilah Terus dan Terus, Mereka Akan Terus Memindahkan Cheese.”

Buku ini dengan gaya dan bahasa penulisan yang cukup ringan, walaupun terasa seperti dongeng saja karena menceritakan dua ekor tikus dan dua kurcaci, namun buku ini memberi sebuah LIFE LESSON bagi para pembaca yang ingin melakukan Self Improvement, maupun para pebisnis yang ingin sedang mengalami perubahaan dalam bisnisnya. Buku ini dapat dibaca dan ditujukan untuk semua umur, dan cerita di buku ini pun bisa selesai dibaca dalam waktu paling lama satu hari, namun demikian, keunikan dari buku ini (tips, quotes, dll) akan tertanam di pikiran Anda dalam jangka lama.

 

Disadur dari: “Who Moved My Cheese?” oleh Spencer Johnson, M.D.

Menu
Share via
Copy link
Powered by Social Snap