Facebook Tag Pixel

Word of Mouth | Zero Cost Marketing

Dengan cara Word of Mouth, kalian bisa menggunakan teknik marketing pada produk/jasa kalian secara gratis lho. Emang iya yah Min? Iya dong, tapi nggak semata-mata bisa selalu berhasil ya guys, karena teknik tersebut juga harus didukung oleh strategi yang mumpuni. Nanti mimin akan kasih tau di akhir slide  gimana strategi yang bagus dan dijamin 99% berhasil. Lalu bagaimana caranya agar berhasil mendatangkan omset fantastis?  Simak rangkuman dari kami,  Selamat membaca!

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih panjang, mimin akan memberikan penjelasan singkat kira-kira apa sih Word of Mouth itu?? Word of Mouth adalah salah satu strategi marketing untuk memasarkan suatu informasi bisnis dari satu orang ke orang lain. Bentuk promosi ini dinilai efektif, karena orang lebih percaya dengan promosi dari orang terdekatnya, dibanding promosi langsung dari pemilik produk. Akan tetapi, membuat konsumen mau merekomendasikan produk ke orang lain butuh strategi, yang nanti akan di bagian di akhir.

Nah setelah tahu arti dari Word of Mouth, selanjutnya mimin akan menjelaskan apa saja manfaat jika memanfaatkan strategi Word of Mouth untuk bisnis kalian. Jadi bisa dikatakan ada 2 faktor yang membuat keputusan dari tiap individiual, yaitu individual influence / diri kita sendiri yang menginginkan hal tersebut dan yang kedua adalah environmental influence / dari omongan sekitar kita seperti saudara, influencer, maupun yang lain selain diri kita sendiri. Dan yang dimaksud Word of Mouth adalah Environmental Influence tersebut. Dari kedua faktor tersebut, maka terciptalah yang namanya decision making dengan berbagai macam proses seperti bagan di samping ini. Dan yang terakhir terciptalah feedback dari orang tersebut baik positif maupun negatif. 

Program WOM

Kemudian ada juga yang namanya program dari Word of Mouth yang dibagi menjadi 4 program, yaitu

  • Buzz Campaign : Strategi marketing untuk meningkatkan engagement atau penjualan bisnis dari mulut ke mulut dengan menciptakan kepopuleran dari produk/jasa tersebut.
  • Customer WOM : Ubah pelanggan/anggota aktif menjadi sumber rujukan.
  • WOM Programs : Transisi pengetahuan menjadi minat dan pertimbangan.
  • WOM Initiatives : Dengan adanya brand engagement yang bagus, kita bisa mengubah rasa ketertarikan orang tersebut terhadap brand kita menjadi customer kita.

Berdasarkan penelitian setelah mimin research, ternyata hasilnya antara Word of Mouth dan Leaders Opinion beda tipis, karena memang sekilas dari konsepnya hampir sama. Jadi buat kalian yang belum tau apa itu Leaders Opinion, jadi Leaders Opinion adalah seseorang yang punya pengaruh terhadap masyarakat, seperti influencer, atau pakar-pakar terkenal.

Kemudian bedanya sama Word of Mouth apa dong min? Jadi bedanya itu kalau Leaders Opinion biasanya melalui endorse dari para influencer tersebut yang biasanya dibayar, sedangkan Word of Mouth itu gratis karena hanya dari mulut ke mulut. Sehingga rasa trust individual biasanya lebih condong pada WOM dibandingkan dengan Leaders Opinion. Tetapi kita juga bisa menggunakkan Leaders Opinion sebagai pendorong brand kita, namun untuk mempertahankan dalam jangka lama bisa memanfaatkan WOM.

Benefit

Pertama, mendapatkan promosi gratis. Karena yang melakukan promosi adalah orang lain tanpa diminta, Anda tidak perlu memberikan imbalan apa-apa kepada orang tersebut. Oleh karena itu, strategi ini adalah salah satu strategi potensial yang dapat menurunkan budget promosi Anda.

Kedua, cerminan performa layanan di mata konsumen. Sebagai seorang pebisnis, penting mendengar apa yang dikatakan konsumen tentang produk kita. Apabila konsumen memberikan kita rekomendasi, maka berarti performa pelayanan kita dan tim juga baik.

Ketiga, membantu membangun nama baik. Konsumen yang merekomendasikan produk adalah konsumen puas. Dan bukti puncak kepuasan konsumen adalah saat mereka mau mengajak orang lain menggunakan produk kita. Semakin banyak pemberi rekomendasi, semakin baik pula nama kita di mata masyarakat.

Keempat, brand lebih mudah populer. Saat produk kita dikenal baik, maka brand kita juga akan semakin populer. Apalagi kalau konsumen sampai memposting di media sosial dan membuatnya viral. Dengan demikian, kita dapat menghemat biaya untuk melakukan branding, terutama di media sosial.

Mungkin beberapa dari kalian masih ada yang belum paham yah seperti apa sih Word of Mouth itu……

  • Konsumen merekomendasikan produk/jasa Anda kepada kerabat terdekatnya. Seperti contoh, teman dari Anda merekomendasikan kepada Anda untuk mencoba makan di restoran McDonalds karena rasa menu baru yaitu Ayam Goreng Lengkuas yang enak banget dan unik, sehingga Anda mungkin merasa kepo emang seenak apa sih tuh makanan.
  • Konsumen mereview atau memberikan testimoni terhadap produk/jasa Anda di akun sosial media pelanggan. Seperti contoh, teman dari Anda mereview mie Gacoan disertai caption sebagai bentuk testimoni teman Anda terhadap mie Gacoan.
  • Konsumen membagikan konten bisnis Anda di media sosial pribadi. Seperti contoh, teman dari Anda share bisnis produk tas Anda ke akun instagram teman Anda.

Sedangkan contoh dari Leaders Opinion seperti :

Artis Raffi Ahmad yang melakukan endorse review terhadap produk susu cimory. Kemudian audience / followers dari Raffi Ahmad yang menonton bisa jadi setelah menonton video endorse tersebut terdorong / tertarik untuk membeli produk susu cimory karena rasa penasaran.

STRATEGY

Dan ini kan yang kalian pasti tunggu-tunggu… Yess betul, mimin bakal kasih tahu strategi supaya Word of Mouth sendiri bisa berhasil pada bisnis kalian. Jadi ada beberapa strategi dari Word of Mouth Marketing, yaitu 

Pertama, berikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen. Dan ingat yah gaess bahwa konsumen adalah Raja, jadi sebagai pemilik bisnis pun juga harus melayani sebaik mungkin terhadap konsumen- konsumen tersebut.

Kedua, menyediakan wadah bagi konsumen untuk memberikan testimoni mereka, sehingga jika ada kritik/saran, sebagai pemilik bisnis bisa tindak langsung dalam membenahi apa yang perlu ditingkatkan, sehingga konsumen yang lain juga tidak merasakan kecewa seperti konsumen tersebut yang memberikan kritik/saran.

Ketiga, berilah feedback yang baik atas saran perbaikan dari konsumen. Jadi jangan kita sebagai pemilik bisnis malah baper jika dapat testimoni yang kurang bagus, malahan harusnya kita harus memperbaiki agar konsumen yang lain juga tidak kecewa terhadap bisnis kita.

Keempat, memanfaatkan review yang ada dengan menampilkan di akun sosial media kita, sehingga ketika orang visits akun sosial media bisnis kita, orang tersebut dapat melihat testimonial dari review-review tersebut dan menjadi lebih trusted produk/jasa yang kita tawarkan.

Kelima, memperbanyak konten di sosial media yang bangun interaksi antara konsumen. Dengan membangun interaksi konsumen di sosial media, Anda dapat mempertontonkan langsung keakraban interaksi Anda dengan konsumen. Akhirnya, orang lain yang belum jadi konsumen akan penasaran dengan produk dan menjadi konsumen Anda juga.

Keenam, memanfaatkan efek hastag. Hashtag adalah hal yang bisa dibuat dan diciptakan siapa saja di media sosial termasuk Anda selaku pebisnis atau brand. Karena hashtag sama dengan nama merek Anda, Anda akan lebih mungkin ditemukan di Instagram. Selain itu, jika postingan Anda mendominasi feed hashtag, kemungkinan besar Anda akan ditemukan. Jika Anda lebih cenderung ditemukan, Anda memiliki peluang lebih baik untuk mendapatkan lebih banyak penjualan.

CONCLUSION

Jadi yang bisa mimin simpulkan bahwa pemasaran dari Word of Mouth adalah bentuk promosi yang mengandalkan pelanggan dan penggemar yang puas untuk mempromosikan merek secara organik. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai bentuk media seperti gambar, video, vlog, dan hal sebagainya. Pemasaran dari mulut ke mulut adalah cara yang bagus untuk memperjuangkan produk Anda karena mereka yang membuat konten organik di sekitarnya terhubung dengan brand Anda. Dan dari mulut ke mulut kita bisa memanfaatkan momentum yang lagi trending dan langsung ikut arus tersebut, sehingga bisa lebih mudah populer.

Dan juga karena bentuk marketing ini gratis dan dapat menghasilkan penjualan tambahan tanpa staf Anda perlu melakukan apa pun, menawarkan produk berkualitas tinggi yang mudah ditangkap dan dijelaskan dapat terjual dengan sendirinya melalui pelanggan Anda. Oleh karena itu Anda bisa memanfaatkan strategi marketing seperti Word of Mouth bahkan mungkin bisa sedikit mengandalkannya untuk membantu membentuk brand image / association.

Terimakasih sudah membaca whitepaper kami terkait “Word of Mouth | Zero Cost Marketing”. Masih banyak judul & kategori lain seputar dunia marketing yang bisa Anda akses di website kami https://slcmarketinginc.com/whitepaper/. Apabila ada pertanyaan, Anda bisa menghubungi kami di http://wa.me/6287854234504

Sukses bersama SLC MARKETING, INC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu
Share via
Copy link
Powered by Social Snap