Model bisnis franchise telah berkembang pesat dari sekadar sistem distribusi hingga menjadi salah satu format bisnis paling populer di dunia. Di Indonesia sendiri, franchise menjadi solusi bagi calon pengusaha yang ingin memulai bisnis lebih cepat, lebih aman, dan lebih terarah di tengah persaingan pasar yang kian kompleks.
Artikel ini membahas sejarah, perkembangan, tren terkini, jenis franchise potensial, hingga kelebihan–kekurangan serta tips memilih franchise yang tepat di era industri 4.0 dan 5.0.
Asal-Usul Franchise: Dari Mesin Jahit ke Global Brand
Konsep franchise pertama kali diperkenalkan pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, produsen mesin jahit Singer. Tujuannya adalah memperluas distribusi dan penjualan produknya secara lebih cepat melalui sistem kemitraan. Meski tidak berjalan mulus, ide Singer menjadi pondasi perkembangan franchise modern. Format ini kemudian diadaptasi oleh banyak pebisnis lain, termasuk yang paling sukses: John S. Pemberton, pendiri Coca-Cola, yang mengembangkan sistem waralaba untuk distribusi minuman berskala global.
Kini, franchise berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar dan menjadi model ekspansi pilihan bagi berbagai brand besar di dunia—termasuk McDonald’s, 7-Eleven, dan KFC.
Tiga Tipe Franchise yang Perlu Dikenal
- Trade Name Franchising. Franchisee diberi izin menggunakan nama dagang serta memproduksi produk sesuai standar franchisor.
- Product Distribution Franchising. Franchisee bertindak sebagai distributor resmi di wilayah tertentu. Umumnya digunakan pada produk FMCG, minuman, kosmetik, hingga otomotif.
- Pure/Business Format Franchising. Format paling komprehensif: mulai dari brand, SOP, training, marketing, supply chain, quality control, hingga sistem operasional. Banyak digunakan pada restoran cepat saji, gerai kopi, pendidikan, dan jasa.
Franchise Luar Negeri vs Dalam Negeri: Mana yang Lebih Menjanjikan?
Franchise Luar Negeri
- Lebih diminati karena sistemnya matang, brand sudah global, serta standar operasional sudah terbukti. Namun:
- Modal biasanya jauh lebih besar
- Aturan lebih ketat
- Fee dan royalty lebih tinggi
Franchise Dalam Negeri
Kini tumbuh pesat dengan sistem yang makin solid, terutama sejak 2018–2024 ketika UMKM digital berkembang masif.
- Modal lebih terjangkau
- Lebih memahami pasar Indonesia
- Adaptif terhadap selera lokal
Banyak brand F&B lokal tumbuh sangat cepat (contoh: Kopi Kulo, Janji Jiwa, Mixue—meski Mixue berasal dari Tiongkok, sistemnya sangat “lokal-friendly”)
Jenis Franchise yang Sedang Naik Daun 2024–2025
- Marketplace & Online Store Franchise. Di era social commerce dan live shopping, model franchise online menjadi alternatif bagi yang ingin memulai usaha tanpa lokasi fisik.
- Jasa Ekspedisi & Logistik. Lonjakan e-commerce membuat bisnis logistik terus meningkat. Franchise jasa pengiriman seperti ekspedisi kilat dan last-mile delivery semakin diminati.
- Telekomunikasi & Pulsa Data. Internet menjadi kebutuhan utama. Penjualan kuota, pulsa, hingga perangkat menjadi peluang besar terutama di kota menengah.
- Minimarket & Bahan Pokok. Franchise seperti Indomaret dan Alfamart tetap stabil karena kebutuhan dasar tidak pernah berhenti.
- F&B (Food & Beverage). Masih menjadi sektor paling populer karena modal fleksibel, pasar sangat besar, cocok untuk pemula. Tren terbaru ada beverage, kopi susu, roti artisanal, dessert, dan makanan cepat saji.
Data Franchise Populer di Indonesia (Update)
- Kebab Turki Baba Rafi – Pioneer kebab di Indonesia. Memiliki 1300+ gerai di 3 negara. Modal mulai Rp 75 juta. Potensi omzet Rp 19,5 juta/bulan
- KFC Indonesia. ±714 gerai (dan terus bertambah). Investasi besar: Rp 4,5–9 miliar. Syarat lokasi sangat ketat
- Indomaret. 17.000+ outlet. Omzet 2020 mencapai 95 triliun. Modal mulai Rp 394 juta. Harus WNI & memenuhi syarat lokasi.
- Kopi Kulo. 300+ gerai. Modal ± Rp 140 juta. Sistem simple & cocok untuk pemula
Kelebihan Franchise
✔ Sistem bisnis sudah terbukti
✔ Brand sudah dikenal
✔ Training & SOP lengkap
✔ Dukungan pemasaran
✔ Risiko kegagalan lebih rendah
Kekurangan Franchise
✘ Tidak bebas inovasi
✘ Wajib membeli bahan baku dari franchisor
✘ Terpengaruh reputasi pusat
✘ Adanya biaya royalty & franchise fee
✘ Pengaturan ketat dari franchisor
Kesalahan yang Sering Dilakukan Calon Franchisee
❌ Tidak menyiapkan dana operasional
❌ Memilih franchise tanpa rekam jejak
❌ Tidak meninjau SOP
❌ Memaksa ekspansi terlalu cepat
❌ Meminjam uang tanpa hitungan matang
Kenapa Banyak Orang Memilih Franchise?
- Brand sudah dikenal → tidak mulai dari nol
- Ada dukungan penuh dari franchisor
- Waktu menuju profit lebih cepat
- Risiko kegagalan lebih rendah (peluang 70% sukses jika SOP dijalankan)
- Model bisnis sudah teruji
Tips Memilih Franchise di Tahun 2025
- Pilih Franchise yang Sesuai Budget & Legal. Pastikan sudah memiliki izin usaha, NIB, sertifikasi halal, dan dokumen hukum lain.
- Lokasi Adalah Raja. Franchise sukses 70% ditentukan lokasi.
- Ambil Peluang & Adaptif. Ikuti tren: delivery online, cashless payment, social commerce.
- Tentukan Goal & Buat Business Plan. Lakukan analisis sederhana: payback period, BEP, proyeksi omzet.
- Tingkatkan Pemasaran Lokal. Walau pusat membantu promosi nasional, pemasaran lokal tetap kunci.
- Fokus pada Customer Experience. Pelayanan ramah + kecepatan penyajian = repeat order.
Kesimpulan
Bisnis franchise tetap menjadi pilihan menarik bagi calon pengusaha di era digital. Dengan sistem yang teruji, brand yang sudah dikenal, serta dukungan operasional dari franchisor, peluang sukses terbilang tinggi.
Namun, franchise bukan jalan instan menuju profit. Diperlukan perencanaan matang, pemilihan brand yang tepat, kemampuan manajemen, dan keseriusan menjalankan SOP.
Dengan strategi yang tepat, franchise bisa menjadi investasi aman sekaligus jalan cepat menuju kemandirian finansial.