
SURABAYA, 3 Agustus 2026 – Dalam upaya berkesinambungan meningkatkan mutu pelayanan medis dan pengalaman pasien (patient experience), Widjaja Asthma Centre (WAC Clinic) bekerja sama dengan konsultan manajemen SLC Marketing Inc. sukses menyelenggarakan program pelatihan internal bertajuk “Communication Skill: Komunikasi Efektif untuk Layanan Klinik”. Pelatihan ini berlangsung pada hari Senin, 3 Agustus 2026, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB bertempat di WAC Clinic, Surabaya.
Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk merespon dinamika baru dalam pelayanan kesehatan, di mana WAC Clinic sebagai pusat layanan spesialis asma dan kesehatan kulit (Asthma & Skin Health Centre) tengah memperluas jangkauan pelayanannya. Melalui berbagai program strategis, termasuk agenda seminar ‘Glow Up Inside-Out’ yang menyasar peserta dari kalangan Millennial & Gen Z, tim barisan terdepan (frontline team) klinik dituntut untuk mampu melayani profil pasien yang semakin beragam—mulai dari pasien lansia yang loyal hingga generasi muda yang baru pertama kali berkunjung.
Adaptasi Komunikasi Lintas Generasi & Penguatan Frontline Service
Program pelatihan ini menegaskan pentingnya kesan pertama yang dihadirkan oleh seluruh lini petugas klinik, mulai dari Satpam (Security), Front Office / Resepsionis, Perawat pendamping tindakan, hingga Apoteker saat memberikan edukasi penyerahan obat. Komunikasi yang adaptif, empati, dan sigap menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan dan ketenangan pasien.
Penguatan Teori & Studi Kasus Dunia Nyata
Pelatihan berdurasi 2 jam tersebut membekali seluruh peserta dengan pemahaman mendalam mengenai kerangka teori komunikasi serta analisis studi kasus nyata dari industri kesehatan global dan nasional:
- Model Komunikasi & Noise: Mencegah terjadinya penyimpangan pesan dari petugas klinik ke pasien akibat kendala istilah medis yang rumit, nada terburu-buru, maupun ekspresi acuh.
- Hukum Mehrabian (7%-38%-55%): Menyelaraskan kata-kata (7%), intonasi nada suara (38%), dan bahasa tubuh/ekspresi wajah (55%) agar pasien dapat merasakan kehangatan dan kepedulian yang tulus.
- Active Listening: Menerapkan 4 pilar mendengar aktif (Perhatian Penuh, Refleksi, Klarifikasi, dan Validasi) saat mendengarkan keluhan pasien sebelum memberikan solusi medis.
Selain landasan teori, peserta diajak membedah dua studi kasus besar sebagai bahan refleksi bersama:
- Kasus Josie King (Johns Hopkins Hospital, 2001): Pembelajaran berharga mengenai dampak fatal akibat kegagalan mendengarkan kekhawatiran keluarga pasien. WAC Clinic menekankan bahwa kekhawatiran pasien—sekecil apa pun—adalah informasi klinis penting yang wajib didengar.
- Kasus Prita Mulyasari vs RS Omni International (2008–2009): Pembelajaran mengenai penanganan keluhan pelayanan medis yang membesar. Kasus ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan yang tidak ditangani dengan komunikasi efektif sejak awal dapat berdampak besar pada reputasi lembaga di mata publik.
Komitmen Terhadap Kualitas Pelayanan
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, WAC Clinic menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan medis yang prima, ramah, dan adaptif terhadap kebutuhan setiap generasi pasien, serta memastikan standardisasi keselamatan dan kepuasan pasien tetap berada pada standar tertinggi.