Studi Persepsi dan Perilaku Konsumen terhadap Voucher Google Play
Mengapa voucher Google Play, produk yang seharusnya murni virtual, tetap hadir di rak minimarket? Apakah strategi ini masih relevan, atau hanya “hiasan” belaka? Stop berasumsi! Kami telah merangkum bukti nyata yang akan mengubah cara Anda melihat distribusi produk digital.
Download Whitepaper Eksklusif Kami: Strategi Penempatan Produk Digital di Minimarket. Dapatkan akses ke Studi Persepsi dan Perilaku Konsumen terhadap Voucher Google Play di minimarket, berdasarkan survei di Surabaya.
Apa yang Akan Anda Pelajari?
- Realita Hybrid Marketing. Pahami bagaimana distribusi fisik menjadi jembatan untuk menjangkau segmen semi-digital yang mencari saluran transaksi yang aman.
- Profil Konsumen Minimarket. Ketahui siapa mayoritas pengunjung minimarket hari ini. Mayoritas responden adalah anak muda (21-25 tahun) yang rutin mampir 4-7 kali seminggu—segmen serba digital yang justru rajin ke toko fisik. Ini membuktikan penempatan voucher sangat masuk akal!
Wawasan Pembeli vs. Non-Pembeli
- Pembeli. Mereka mencari rasa lebih aman, kemudahan, dan momen “sekalian belanja” sebagai pendorong kuat keputusan mereka
- Non-Pembeli. Hambatan terbesar bukan pada produk, melainkan pada persepsi, seperti merasa harga lebih mahal atau butuh promo, bahkan ada yang tidak tahu rak voucher itu ada.
Strategi distribusi hybrid bukanlah tren, melainkan cara brand menyesuaikan diri dengan perilaku belanja yang semakin beragam. Konsumen masih mempertimbangkan pengalaman fisik sebagai bagian dari proses membeli produk digital.
Baca juga : Mengapa Produk Digital Dijual di Minimarket? Strategi Placement & Perilaku Konsumen Hybrid
Jangan biarkan strategi Anda terhenti di teori. Unduh whitepaper ini sekarang dan dapatkan gambaran nyata tentang bagaimana teori Placement Choice Strategy dan Microsegments bekerja dalam perilaku belanja sehari-hari.
SOMETIMES, THE MOST DIGITAL CHOICES BEGIN IN THE MOST PHYSICAL PLACES.