Facebook Tag Pixel

Memahami Pentingnya Budaya Kerja yang Sehat Melalui Mini Course “Building a Positive Work Culture”

Surabaya, 22 Mei 2026 — Mini course bertajuk “Building a Positive Work Culture: Membangun Budaya Kerja yang Menginspirasi” telah dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dr. Sandy Wahyudi, CEO SLC Marketing Inc sekaligus Founder Komunitas Bisnis Keluarga Connectpedia. Materi kegiatan mengacu pada presentasi Building a Positive Work Culture tahun 2026.

Mini course ini membahas pentingnya budaya kerja positif sebagai aset strategis organisasi. Budaya kerja tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, fasilitas, atau suasana kantor yang terlihat menyenangkan. Lebih jauh, budaya kerja menjadi faktor penting dalam membangun makna, dukungan, rasa aman, loyalitas, produktivitas, dan daya tarik perusahaan bagi talenta terbaik.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa budaya kerja yang negatif dapat membawa berbagai dampak serius, mulai dari penurunan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, rusaknya hubungan kerja, erosi etika, hingga dampak ekonomi bagi organisasi. Sebaliknya, budaya kerja yang positif dapat meningkatkan retensi karyawan, menumbuhkan inovasi, memperkuat citra perusahaan, serta mendorong produktivitas yang lebih optimal.

Dr. Sandy Wahyudi juga menekankan tiga fondasi utama dalam membangun budaya kerja positif, yaitu komunikasi yang terbuka dan transparan, kepemimpinan yang menginspirasi, serta penghargaan terhadap keberagaman. Ketiga fondasi ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang kuat, sehat, dan berkelanjutan.

Pada bagian strategi, mini course ini menyoroti pentingnya organisasi untuk tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga menghargai proses. Peserta diajak memahami bahwa apresiasi terhadap usaha, ruang aman untuk mencoba hal baru, serta pembelajaran dari setiap langkah merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang bertumbuh. Selain itu, organisasi juga perlu menyediakan ruang berkembang melalui pelatihan, workshop, dan mentoring agar karyawan merasa didukung dalam peningkatan kompetensi dan arah karier.

Baca juga: Exceptional Service: Cara Membangun Pelayanan Profesional yang Berkelas

Materi juga membahas cara mengelola tekanan dan mempertahankan budaya kerja yang sehat di tengah perubahan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah kemampuan berpikir positif melalui latihan bersyukur, penggunaan bahasa yang membangun, serta kemampuan melakukan reframing atau melihat peluang di balik tantangan.

Salah satu peserta dari PT Samando, Diyah, menyampaikan bahwa materi mini course ini relevan dengan kebutuhan perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang lebih sehat dan berkembang. “Budaya kerja yang positif memang harus dibina dari awal, sehingga perusahaan bisa lebih berkembang,” ujar Diyah dari PT Samando.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing Pelaku Usaha, SLC Marketing Inc Gelar Mini Course Strategies to Winning B2B in a Competitive Market

Mini course ini turut mengangkat pembelajaran dari kegagalan. Peserta diajak untuk menghindari analisis yang dangkal, menyalahkan keadaan, atau sekadar menganggap kegagalan sebagai kejadian sial. Sebaliknya, peserta didorong untuk mencari akar penyebab masalah, memahami peran diri dalam kegagalan, dan menyusun langkah perbaikan yang lebih konkret.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa budaya kerja positif bukan sekadar konsep ideal, tetapi kebutuhan nyata bagi organisasi modern. Tekanan kerja memang tidak dapat dihindari, tetapi budaya kerja dapat dibentuk. Lingkungan kerja yang aman, saling menghargai, terbuka, dan manusiawi akan membantu tim tetap produktif tanpa kehilangan sisi kemanusiaannya.

Share Via:

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn
Banner Vertical 600x840 Podcast

Artikel Lainnya:

Kenapa Tarif Grab Bisa Berbeda-beda?

Menghadapi Pasar B2B yang Semakin Kompetitif, SLC Marketing Inc. Gelar Public Training Strategi Menang

Price Customization Strategy dalam Layanan Digital